Sejatinya kita dapat memotivasi diri sendiri, motivasi yang datang dari orang lain seadanya saja

Ada nggak tanda motivasi bisnis yang cukup kuat?

Ya tentu saja ada. Saya sendiri dulu pernah dirundung penderitaan mabok motivasi, karena kelewat seringnya membaca buku motivasi, diajak teman seminar bisnis ini dan itu, pelatihan ini dan pelatihan itu yang isinya ternyata motivasi, sehingga mabok dan pusing sendiri, mungkin karena telah "kebanyakan", hehe..

Beruntunglah seorang teman memberikan obat untuk penyakit itu. Dia menyarankan untuk melunturkan timbunan motivasi tersebut dengan cara mengubahnya menjadi serangkain tindakan. Mungkin mirip dengan mengkonsumsi makanan, kemudian dengan aktivitas fisik yang lebih intens maka makanan tersebut diubah oleh tubuh menjadi energi, sebagian lagi dibuang dalam bentuk yang berbeda, apa itu? Anda sudah tau pastinya ya.

Tanda Motivasi Bisnis Yang Cukup Kuat

Jadi, Apa tandanya? Pertanda bahwa motivasi sudah cukup kuat adalah mampunya kita mengambil tindakan yang nyata. Jadi bukan sekedar termotivasi saja kemudian menyimpannya, melainkan sampai pada level tindakan dalam keseharian kita. Kalau hal itu berhubungan dengan motivasi bisnis maka jadilah kita seseorang yg mengerjakan sesuatu yang nyata untuk bisnisnya.

Sebaliknya, jika belum cukup kuat motivasinya maka kita masih akan dihinggapi oleh perasaan malas, belum sanggup membuat prioritas, merasa serba kekurangan (terutama dalam hal modal, padahal modal kita sebenarnya cukup), merasa kurang dukungan keluarga, belum akan sanggup untuk tidur lebih larut dan bangun lebih pagi, terlalu sering loncat ke bisnis baru sedangkan yang lama belum berhasil, merasa tidak dibantu upline (biasa dialami oleh pelaku MLM), menyalahkan orang lain, masih sering beli buku dan dibaca tetapi kurang dipraktekin, dan sebagainya...

Percayalah, Saya Tidak Menyindir Siapapun

Semangat itu penting, dan yang lebih dari itu adalah Taking Action (Mengambil Tindakan)

Semangat mungkin saja bisa naik turun, berupayalah untuk menjaganya agar tidak jeblok sampai ke level yang tidak bisa bangkit lagi (putus asa).

Menghadiri acara yang bersifat motivasi bisnis itu tetap penting, namun demikian jangan pula terlalu sering, yang penting dalam bisnis antara lain adalah hasilnya, bukan sekedar memperoleh motivasi bisnis yang kemudian menguap tak berbekas.

Cermin dari hasil motivasi dalam dunia bisnis diantaranya adalah membengkaknya Saldo rekening bank kita, kata Anton teman saya dari Porong :) Kemudian saldo rekening tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang membanggakan keluarga.

Semangat kita juga mirip seperti rekening bank, ketika saldonya kosong maka ia tidak akan banyak gunanya, tetapi ketika saldonya positif maka saldo tersebut akan dapat dimanfaatkan.

Semua itu pernah juga saya alami, bahkan hingga kini penyakit itu belum sepenuhnya pergi kok, jadi misalkan Anda mengalaminya juga maka Anda tidaklah sendiri. Tetapi, marilah kita berusaha untuk memperbesar dan mempekuat motivasi itu, sehingga kita tidak mabok lagi, biarkan tumpukan motivasi tersebut luntur dan larut serta berubah menjadi tindakan yang signifikan :) Ocre ya Gan? Tetapi jika pengalaman Anda tidak demikian, syukurlah.

Kerja Keras Dulu Saja, Sambil Belajar...

Demikian sering keberuntungan datang pada saya, dari Sang Pemberi Keberuntungan tentunya, yang dilewatkan pada orang lain seperti teman atau bahkan orang yang tidak saya kenal. Kalau dari teman misalnya dalam bentuk gurauan, sedangkan yang berasal dari orang lain misalnya artikel motivasi yang saya baca di websitenya.

Oleh teman saya yang menjalankan bisnis Oriflame dulu, saya pernah diomelin ketika berdebat ringat soal "kerja cerdas" yang saya gunakan, kebetulan waktu itu pencapaian saya di bisnis yang mirip (bukan Oriflame) memang belum ada. Kata kerabat itu, saya telah mengedepankan slogan ini berlebihan. Yang seharusnya, katanya lagi, "kerja keras dulu saja", sembari belajar juga untuk bekerja lebih cerdas. Setelah saya coba, eh beneran hasilnya lebih memadai. Sebelum itu pembicaraan saya lebih sering tentang kerja ceras, tetapi kenyataannya ngga kerja-kerja, hanya ngomong doang kerjanya, hehe.. pantesan hasilnya kurang membanggakan ya?.

Kerja Dengan Gembira Ternyata Manjur

Karena termotivasi untuk sesuatu yang mulia, misalnya menambah pemasukan keuangan keluarga atau yang lainnya tetapi merasa kurang cocok dengan pekerjaan tersebut memang kurang mantap rasanya. Beruntungnya lagi kerabat online saya yang pernah pasang status di Wall Facebooknya mengatakan bahwa sebenarnya kita punya kapasitas untuk memilih, diantaranya adalah memilih pekerjaan yang kita inginkan. Mungkin memilih sendiri pekerjaan yang kita inginkan itu tidak segampang membalikkan telapak tangan, dan itu berarti bisa diupayakan.

Gasa Untuk Semangat Anda

Kalau kita mengerjakan segala sesuatunya dengan penuh kegembiraan, termasuk melakukan rutinitas untuk bisnis (walaupun rutin tetap senang) maka kemungkinan keberhasilannya akan menjadi lebih tinggi. Memang, hasil-hasil adalah kuasa Sang Pemberi Rejeki, gembira adalah bagian dari sistem rejeki juga yang kemudian dengan kegembiraan tersebut kita akan lebih mudah untuk memperoleh pencapaian yang beruntun (sambung menyambung).

Bagaimana supaya gembira? Pilih jenis bisnis yang Anda punya passion di dalamnya. Bagaimana kalau ngga nemu-nemu bisnis yang seperti itu? Pasti ketemu laa.. kecuali kalau kita masih dihinggapi oleh berbagai kekhawatiran seperti takut gagal, khawatir ngga berhasil, merasa kurang kapasitas, juga merasa ngga punya kecukupan modal, dan sebagainya maka mungkin kita akan sulit untuk memilih. Pilih saja, dapatkan referensi dari teman yang paling Anda percaya selama ini.

Best Regards
JETENDRA